Informasi Publik Dimanfaatkan Maksimal oleh Kalangan Ibu

1 post / 0 new
abas88
Informasi Publik Dimanfaatkan Maksimal oleh Kalangan Ibu

Ketua Komisi Informasi

(KI) Jawa Barat Ijang Faisal mengatakan bahwa keterbukaan informasi publik harus bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kalangan ibu. Sebab, seorang ibu bisa menggantikan siapa pun namun tidak bisa digantikan oleh siapa pun.

"Sosok seorang ibu sangat berarti dalam sebuah kehidupan. Ibu memiliki cerita tentang cinta, kasih sayang, dan sebuah perjuangan. Terlebih saat pandemi sekarang ini, banyak ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga dari sisi penopangan kebutuhan keluarga," kata Ijang Faisal saat membuka acara Webinar "Mother and Economic Independen" yang diselenggarakan secara daring melalui platform zoom webinar dan Youtube oleh on behalf of Work with Heart, kelompok penerima beasiswa Jabar Future Leader, Minggu (16/8/2021). Kegiatan ini didukung oleh Komisi Informasi Jawa Barat, Komunitas Mama My Is Hero, dan Martha tilaar.

Dalam pemaparannya, Ema Widiastuti mengatakan, ibu adalah salah satu contoh leadership dan inspirasi bagi seorang anak. Seorang ibu juga bisa menjadi hero menjadi tulang punggung bagi keluarga karena sang suami terkena PHK saat pandemi ini.

"Saya pribadi menjadikan pencapaian ini suatu apresiasi untuk diri sendiri bahwa kita sebagai wanita memiliki value untuk mandiri financial," katanya.

Sementara Yadi Hendriana memandang ibu adalah cahaya dan miracle. Baginya ibu adalah keajaiban karena bisa membuat semua tenang dan senang. Ia juga belajar tanggung jawab dan cara bergaul dengan lingkungan dari seorang ibu.

"Saya bisa seperti ini, bisa berdiri di sini, juga bisa sukses dalam karir dan lain-lain, tentu adalah berkat dari seorang ibu. Bagi saya itu adalah keajaiban," katanya.

Yadi mengakui ketika seorang wanita atau ibu memiliki peranan di luaran sesuai passionnya, maka akan mendapat sorotan banyak orang. Namun hal itu sebenarnya adalah bentuk tanggung jawab seorang ibu untuk mendapatkan kemandirian finansial. Selain bisa membantu keluarga, pemanfaatan waktu sakit perut untuk kegiatan ekonomi oleh seorang ibu, juga membuat anak-anaknya bangga.

Adapun Atalia Praratya menyampaikan bahwa seorang ibu harus mandiri dan berdaya di masa pandemi.

"Hati seorang ibu adalah kelas pembelajaran, cinta dan sumber keberanian bagi anaknya," kata Atalia. Menurutnya, ibu mandiri turut mempersiapkan anak yang mandiri. .