Soal Larang Ojek Beroperasi, Mendagri: Kepmen Atur ASN dan Pemda

1 post / 0 new
sudrajats
Soal Larang Ojek Beroperasi, Mendagri: Kepmen Atur ASN dan Pemda

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Bahtiar mengklarifikasi kabar yg menyebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melarang operasional ojek, baik online Dan konvensional waktu masa pandemi virus corona.

Dikutip Pikiranrakyat-depok.Com berdasarkan situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin 1 Juni 2020, Bahtiar menegaskan, pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 Bagi Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, memang ada panduan bagi ASN pada menyongsong new normal.

"Salah satunya adalah soal penggunaan transportasi umum. Dalam Kepmen tadi, nir ada larangan terhadap ojek buat beroperasi. Hanya imbauan harga mobil toyota 2020 buat hati-hati. Imbauan itu semata buat mencegah kemungkinan terpapar virus," ungkap Bahtiar di Jakarta, Minggu 31 Mei 2020.

Menurut dia, protokol tersebut sifatnya berupa imbauan kehati-hatian bagi ASN di lingkungan Kemendagri & Pemda pada menyongsong tatanan normal baru yang produktif dan aman virus corona.

"Dalam mengunakan transportasi generik khususnya ojek baik ojek online atau konvensional menggunakan memakai helm bersama, lingkup pengaturan dalam Kepmen tadi sebenarnya adalah buat ASN Kemendagri & Pemda yang selaras menggunakan Surat Edaran Kemenpan dan RB," istilah Bahtiar.

Bahtiar menegaskan, Kemendagri nir mengatur operasional ojek online atau ojek konvensional yg adalah wewenang Kementerian Perhubungan.

"Kepmendagri berlaku buat ASN pada jajaran Kemendagri dan Pemda. Solusi untuk poin terkait ojek online atau ojek konvensional tadi, ya ASN Kemendagri/Pemda. (Mereka) membawa helm sendiri bila mau naik ojek online/ojek konvensional. Jangan pakai helm yang disediakan pengemudi ojek karena helm buat penumpang merupakan helm yang dipakai buat penumpang lainnya sehingga rawan jadi media penularan," ungkap Bahtiar.